Jumat, 29 Januari 2010

Baharuddin Lopa: Teladan Jaksa Pendekar Hukum


Ketika menjabat Jaksa Tinggi Makassar, Baharuddin Lopa memburu seorang koruptor kakap, akibatnya ia masuk kotak, hanya menjadi penasihat menteri. Dalam menegakkan hukum dan keadilan, Baharuddin Lopa hampir tidak punya rasa takut, kecuali kepada Allah. Dia, teladan bagi orang-orang yang berani melawan arus kebobrokan serta pengaruh kapitalisme dan liberalisme dalam hukum.

Mohon Maaf Lama Tidak Dikelola


Blog ini saya buat pada tahun 2007, ketika masih aktif sebagai wartawan Harian Pedoman Rakyat, di Makassar. Setelah cukup lama tidak diperbaharui informasinya, maka pada awal tahun 2010 ini saya mengaktifkannya kembali. Menggunakan blog dengan nama "Tokoh Sulawesi Selatan" bukan sedikit bebannya, sehingga saya harus berhati-hati dan mempertimbangkan matang-matang sebelum memuat artikel atau profil di blog ini, karena jangan sampai artikel atau profil tersebut tidak bisa dikatakan level Sulsel.

Selamat Jalan Saudaraku Syafruddin Nur



Sulawesi Selatan kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Kali ini, Syafruddin Nur yang masih menjabat Bupati Pangkep, meninggal dunia dalam usia 49 tahun pada hari Jumat siang, 29 Januari 2010, di Makassar.

Sabtu, 20 Oktober 2007

HM Aksa Mahmud: Kerja Keras, Belajar, dan Berdoa


Atas bekal itu, dia selalu menekankan bahwa di dalam dunia bisnis itu harus berusaha menjadi seorang pebisnis yang baik? Pertama, landasannya adalah kejujuran, kedua kerja keras, dan ketiga punya keberanian dan percaya diri.
"Jadi kalau tidak jujur jangan masuk dunia bisnis. Kalau juga tidak mau kerja keras, jangan masuk, dan kalau tidak punya keberanian juga jangan masuk. Kenapa? Karena bisnis itu bagaikan perang yang tiada habis-habisnya."
HM Aksa Mahmud


Rabu, 10 Oktober 2007

AM Fatwa: Dari Mimbar Masjid ke Penjara


Banyak tokoh dan orang besar yang sempat "melalui jalan berliku" dalam perjalanan hidupnya. Salah seorang di antaranya ialah AM Fatwa, pria kelahiran Bone, Sulsel, 12 Februari 1939, yang kini anggota DPR RI/Wakil Ketua MPR RI. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu dulu adalah seorang imam masjid dan ustaz. Pada 1967 hingga 1970, dia dipercaya menjadi Imam Tentara, Wakil Kepala Dinas Rohani Islam KKO-AL (Marinir) Komando Wilayah Timur di Surabaya.